Wednesday, April 24, 2013

Profil sekolah




PROFIL SEKOLAH  
BINA ANAK BANGSA PONTIANAK

I.            Latar Belakang

Sekolah sebagai lingkungan microsystem anak dan kunci dari Pendidikan Nasional, perlu menjawab tuntutan ini agar dapat memenuhi kualifikasi sebagai sekolah berkualitas dan mampu mencetak bibit-bibit unggul yang kompeten. Di samping meningkatkan kualitas siswa di bidang akademis, sekolah diharapkan juga mengusahakan perkembangan kepribadian siswa yang positif, baik melalui pelatihan-pelatihan atau kegiatan pengembangan diri lainnya.
Pendidikan merupakan kunci masa depan setiap individu termasuk penyandang autistik. Individu autistik memiliki begitu banyak hambatan dalam mereka merealisasikan potensi yang ada dalam dirinya. Adapun hambatan tersebut adalah masalah proses informasi, masalah perilaku yang tidak wajar, ketidak mampuan berkomunikasi secara efektif, bahkan masalah adaptasi dengan lingkungan sekitar sering kali menghambat individu autistik berbaur dengan masyarakat. Kalau saja boleh memilih, tentu tidak ada orang tua yang ingin anaknya dilahirkan sebagai penyandang autistik, karena ketidak berdayaan, apa boleh buat, kalau  Tuhan telah berkehendak tidak satupun bisa menolak. Maraknya permasalahan autistik ini timbul sejak tahun 2000. 
Sejak berdirinya Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Bina Anak Bangsa ini dari tahun 2004 sampai saat ini kami telah mendata dan terdapat 365 orang siswa dengan tingkat usia dan kelainan yang berbeda serta dari daerah yang berbeda pula. Pada saat ini kami menangani anak dengan kebutuhan khusus autis sebanyak 117 siswa. Kurangnya ketersediaan informasi mengenai autistik, sehingga kebanyakan orang tua mencari jalan yang tidak logis benar, seperti ke dukun atau orang pintar (berobat ala kampung) dan terkadang orang tua ada yang merasa malu dan tidak mau menerima kenyataan, sehingga anaknya banyak yang dikurung/ disembunyikan. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa autistik adalah gangguan jiwa.
Ada yang berpendapat bahwa autistik ini adalah merupakan cacat yang tidak permanen sehingga dapat dimasukan ke sekolah umum. Namun kenyataannya masih banyak sekolah – sekolah umum menolak keberadaannya. Kita tidak dapat meyalahkan terjadinya penolakan tersebut, dalam hal ini Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Bangsa, Menyelenggarakan Pendidikan formal dengan berbasis sekolah Inklusi yang mana pada saat ini sudah banyak menerima siswa pindahan dari sekolah umum.
Dalam mengatasi permasalahan anak berkebutuhan khusus termasuk penyandang autistik sangat perlu tahapan – tahapan pendidikan agar benar-benar individu autistik tersebut dapat mengikuti sekolah formal sesuai usianya dan terutama sekali bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Untuk mencapai ke tahab tersebut maka dengan pendidikan individu / pembinaan dini/ terapi dan  pendidikan layanan khususlah yang sangat tepat dalam mengatasinya, hingga bisa mencapai ke pendidikan formal.
II.            Gambaran Umum Sekolah Bina Anak Bangsa

Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Bina Anak Bangsa adalah salah satu wadah penanganan dan pembinaan anak berkebutuhan khusus (Autis), berkiprah sejak tanggal 30 Mei 2004 yang diprakarsai oleh adanya keprihatinan tentang kebutuhan pendidikan bagi penyandang autis. Lembaga Bina Anak Bangsa diberi kepercayaan oleh Dinas Pendidikan Kota Pontianak melayani pendidikan formal. yang berbasis Sekolah Inklusi. Penyandang Autis bila benar-benar ditangani dengan serius sesuai dengan tatanan program yang terstruktur, dapat diupayakan  kependidikan formal sesuai usianya. Semua orang tua yang anaknya penyandang berkebutuhan khusus termasuk dengan spektrum autis berharap agar anak mereka tidak di cap autis selama-lamamnya. Untuk mencapai kepada hal tersebut di atas sangat perlu dilakukan pendidikan awal atau dini bagi individu autistik agar  dapat menikmati pendidikan sesuai usia dan jenjang pendidikannya. Kesipan peserta didik dengan kebutuhan khusus secara dini sangatlah diperlukan, agar mereka siap dan dapat belajar secara berkelompok (Klasikal) sebagaimana kelas formal dengan ketentuan Satu Rombel hanya diisi 1 – 10 orang siswa .
 Selain itu melalui Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Bina Anak Bangsa, juga menyiapkan tenaga terampil  sebagai  terapis, guru pendamping khusus dan guru khusus  siap pakai untuk mengatasi anak berkebutuhan khusus dan Autis. Penambahan pengetahuan dan keterampil tenataga pendidik telah dilakukan dengan mendatangkan instruktur dari Jakarta yang sudah berpengalaman sebagai mitra kerja.














III.          Visi dan Misi Sekolah Bina Anak Bangsa
a.    Visi dan Misi
Visi :
Sekolah Berkebutuhan Khusus Bina Anak Bangsa Mempunyai Visi ” Membentuk anak bangsa yang bermartabat dengan mengatasi maslah/ hambatan  yang dimiliki dan mengoptimalkan potensi  diri  untuk mencapai  masa depan yang lebih baik”. Dan moto yang kami terapkan adalah ” Belajar itu menyenangkan

Misi :
1.    Mengoptimalkan kemampuan anak yang memiliki masalah belajar;
2.    Membantu anak didik yang bermasalah dalam komunikasi/ berbahasa yang baik.
3.    Membantu anak dalam mencapai jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi sesuai bakat dan kemampuannya;
4.    Mengatasi segala hambatan yang dimiliki dan menggali serta mengembangkan potensi minat dan bakat.
5.    Membantu anak dalam mencapai kemandirian dan cita-cita masa depan yang lebih baik.
6.    Mempersiapkan peserta didik (individu siswa) bisa mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

IV.          Layanan Pendidikan Yang Diberikan
Layanan yang diberikan dalam menunjang pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus termasuk penyandang autis, Hiperaktif, DMO, Kesulitan Belajar, Gangguan Belajar, Lamban Belajar, dapat dikelompokan kedalam tiga tahapan yaitu:
a.    Konsultasi dan Konseling (Klinik)
Asesment/Pemeriksaan Psikologi & Tumbuh Kembang :
§  Pemeriksaan Psikologi untuk anak atau orang tua yang membutuhkan konsultasi psikologis atau tes (inteligensi, tes kematangan sekolah, minat bakat, Kecerdasan Majemuk, temperamen,dll)
§  Pemeriksaan Perkembangan dan kesesuaian/ keseimbangan asupan gizi/  konsumsi makanan.
§  Asesmen, Screening dan penegakan diagnosis untuk Anak Berkebutuhan Khusus.
§  Observasi pola asuh orang tua
Observasi  yaitu metode yang digunakan untuk membantu meneliti hambatan, kelebihan / kecerdasan, emosionalnya dan potensi yang dimiliki anak.            
Ø  Pemeriksaan Potensi Anak
Ø  Observasi perilaku yang dimiliki anak
Ø  Mengenali kecocokan gaya berpikir anak
Ø  Mencarikan solusi dan alternatif terhadap hambatan yang dimiliki anak.
b.    Pendidikan Berkelompok (Formal)
Layanan pendidikan berkelompok mengarah kepada layanan pendidikan formal bagi peserta didik berkebutuhan khusus dengan melakukan beberapa program pendidikan persiapan, pendidikan dasar yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki perserta didik. Kemandirian serta kesiapan anak untuk bersekolah perlu dipersiapkan sejak dini, untuk bisa mengikuti pendidikan baik di tingkat dasar, maupun lanjutan (menengah dan perguruan) untuk mecapai masa depan yang lebih baik, berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum reguler sekolah umum yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan peserta didik.





Program Sekolah Tingkat Dasar (SD, SMP), Program sekolah Tingkat Dasar (SD, SMP) :
Program sekolah tingkat dasar ini melakukan pembinaan terhadap anak didik usia sekolah dasar guna mempersiapkan untuk dapat mengikuti jenjang pendidikan umum. Bagi yang belum mampu akan dididik melalui program khusus dan program khusus terpadu guna mencapai kemandirian dan menggali  potensi minat dan bakat yang dimiliki.
Pada kelas 1, 2 dan 3, anak didik dipacu agar bisa tulis baca, membetuk kepatuhan guna mempersiapkan diri untuk bisa dimutasikan kesekolah reguler umum.

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan :
Ø  Anak dilatih bisa tulis, baca dan dikte.
Ø  membentuk kepatuhan dan membina konsentrasi. mahami berbagai ilmu untuk menghadapi kehidupan (mengenal keluarga, lingkungan, uang, belajar bersikap ditempat umum)

Ø  Melatih komunikasi kontektual
Ø  Membentuk moral dan budi pekerti dan menanamkan rasa cinta tanah air.
Ø  Menggali dan mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki
Ø  Melaksanakan kurikulum nasional dan sekolah.
Ø  Melaksanakan kegiatan intrakurikuler berupa membentuk kepatuhan, keseimbangan gerak dan kemampuan daya pikir dengan melaksanakan Upacara Bendera, Senam Kesegaran Jasmani dan Olah Raga.
Ø  Melaksanakan Kegiatan Ekstrakurikuler, berguna untuk membentuk kepribadian siswa dengan mengenal lingkungan, berenang dan  pramuka.


Kegiatan pembelajaran yang dilakukan :
Ø  Mengenalkan dan memahami konsep dasar Pemanfaatan Lingkungan.
Ø  Mengenalkan dan memahami berbagaimacam kegiatan adminsitrasi perkantoran dengan teknologi komputer.
Ø   Mengenalkan dan memahami keterampilan  Menjahit/ disainer, memasak, kerajinan tangan (disesuaikan dengan potensi siswa).


No comments:

Post a Comment

Post a Comment